Friday, February 28, 2014
Ke Gandaria city
Hari ini saya tidak mematuhi jadwal yoga, rasanya selepas subuh mengantuk luar biasa dan ahirnya balik tidur lagi sampai jam setengan tujuh pagi. . Waah kesiangan dan memang sudah tidak ada niat buat yoga , jadinya memutuskan untuk merubah jadwal . Pagi saya kontrol proyek pembangunan rumah dulu , dan sholat , dzikir disana. Saya memohon kemudahan untuk penjualan Rumah Sepakat V , semoga penjualan jadi mudah, lancar dan pembeli baik hati , tidak ketinggalan selalu doa saya , yang menempati rumah saya rezekinya lancar , rumah tangga tenteram.
Kemudian saya menuju ke bank UOB untuk mengambil cek , persiapan bayar tukang besok. Alhamdulillah sejak dari rumah ke proyek , kemudian ke Pondok Indah dan ketempat kost Arum semua lancar. Sebetulnya saya bingung hari ini apa yang yang harus saya kerjakan, padahal saya ingin sementara pergi dari rumah . Karena keaadaan dirumah kurang menenangkan , jadi saya perlu sementara untuk refreshing.
Sebelumnya saya inginke Sency, tapi saya urungkan dan jadinya kita , saya dan Arum , anak saya kerGandaria City. Perlu sebentar untuk menghirup udara lain. Senang sekali berjalan2 berdua dengan anak perempuanku , bisa santai berbincang2 , terus bercanda, bisa saling cerita , saya cerita tentang suami saya ( ayahnya anak saya he he ) , dia cerita tentang cowoknya. Oh ya sekalian makan siang di Kafe Betawi... laksa betawi yang enak itu ....sedap . Kemudian meneruskan perjalanan ke aneka booth makanan , ketemu dengan puding PIYO , enaak banget. Ketemu dengan apa ya kue lapis2 tapi yang frozen itu enak dan hal baru buat saya ...
Jam 1 siang saya pulang kerumah dengan kenyang dan mengantuk...... Terimaksih Tuhan dengan hari yang baik, dan nyaman ...Alhamdulillah .
Sunday, February 23, 2014
Siapakah Engkau Kekasih Allah...
Siapakah Engkau ... yang begitu terkenal
Siapakah Engkau ...yang begitu ditangisi oleh semua mahluk
Siapakah Engkau ... yang semua mahluk mendoakan
Siapakah Engkau ... yang semua mahluk mengirim salam
Siapakah Engkau .... yang semuanya mohon syafaatmu ..
Siapakah Engkau ...mahluk yang paling dicintai Allah
Siapakah Engkau .....yang lebih mulia dari raja di raja
Siapakah Englau ......Ya Rosulallaoh ......aku ingin dekat denganMu
Siapakah Engkau ...yang begitu ditangisi oleh semua mahluk
Siapakah Engkau ... yang semua mahluk mendoakan
Siapakah Engkau ... yang semua mahluk mengirim salam
Siapakah Engkau .... yang semuanya mohon syafaatmu ..
Siapakah Engkau ...mahluk yang paling dicintai Allah
Siapakah Engkau .....yang lebih mulia dari raja di raja
Siapakah Englau ......Ya Rosulallaoh ......aku ingin dekat denganMu
Saturday, February 22, 2014
Minggu pagi mendung dan aku menangis ...
Pagi ini saya bersyukur kepa da Allah atas emua karunia iman, isalam dan kehidupanku ...
Tapi saya juga mengangis untuk meleepaskan keedian2 yang masih tertinggal ...
Saya juga bahagia karena pagi ini saya akan bretemu dengan mursyid saya Maulana Syeh Hisyam...
Wha't a blessed day .... Alhamdulllah ...
Menangis lagi .....untuk bahagia, kesediahan, dan karuania yang selalu datang menghampiri seperti datangnya matahari, hujan ataupun mendung dipagi hari ....
Alhamdulillah .....terimakasih Tuhan atas semua karunia kemampuan perasaan saya untuk menikmari semua karuniamu ...
Horeee saya sore ini bisa nulis 6 lembar ...
Setelah mengikuti kursus online , saya meneruskan menulis tentang Masa Pensiun yang saya alami .
Ceritanya saya sedang mengikuti kursus menulis buku , terus ada PR yang musti saya lerjakan. Dan saya memilih judul : Masa Pensiun adalah masa belajar sepuasnya .
Memang dala menyongsong masa pensiun sya dan sampai sekarang diuasi pensiun saya tetap beljar hal2 baru misalnya intene marketing , kurrusu kue yang saya belum bisa, kursus menulis , kursus membuat patch work, kursus membuat boneka, kursus membuat tumpeng ...waaaah banyak banget ya
Friday, February 21, 2014
Doa d sore hari ...
Sore ini saya duduk didepan computer dan mulai mengetik . Banyak hal2 yang berkecamuk dalam pikiran saya sepulangnya dari menghadiri acara perkawinan salah seorang anggota pengajian saya.
Pikiran berat menggelayut ... betapa keinginan saya untuk mengangkat derajat dihup anak2 saya. karena tadi pagi saya menyaksikan acara demi acara berlangsung dengan sangat indah dan khusuk.
Begini ceritanya ...
Acara akad nikah yang dilangsungkan tadi pagi sangat membekas dihati saya . Orang tua pengantin perempuan dan orangtua pengantin lelaki sama kaya raya , satu jamaah pengajian, sama2 banyak sedekahnya ...betapa bahagianya. Saya ingin sekali menjadi orangtua yang kaya raya , sehingga anak saya akan bisa melihat orang tua kaya,
Kedua gadis saya belum menikah sampai saat ini dan usia mereka sudah menginjak40tahun, usia yang cukup tua untuk seorang gadis.
Y Allah karunikanlah jodoh buat kedua anak perempuanku, jodoh yang kaya, yang berahlak baik, dan datang dari orang2 yang beiman sama dengan kami, Ya Allah ..mereka sudah beumur , dan siapkan jodoh buat mereka , dan jadikanlah mereka keluarga yang baik, bahagia, saling menghormati dan menyayangi satu sama lain, dan mertua yang menghargai dan menghormati menantunya . Ya Allah tolonglah hambamu ini, hamba ingin mengadakan acara perkawinan anak2ku secara terhormat , terpandang secara duani damn agama . Ya Allah kaburlaknlah doaku sore ini Amin
Untuk nakku Arum ...berilah kekuatan pada dirinya untuk maju mengongsong masa depan yang baik, bisa menjaga diri secara syariat, bisa terus maju dengan hasil2 karya2nya , mendapatkan tempat magang yang dekat kosnya dan nyaman , selalu dilindungi oleh Allah ... dan mendapatkan jodoh yang membuat rumah tangga bahagia, seiman, rejeki sangat baik dan dermawan .....Jadikanlah anak cucu kami orang2 yang baik secara diania dan agama . Ya Allah panjangkanlah umuer kami sehingga saya bisa melihat cucu2 saya dewasa dan mengajari hal yang boleh dan tidak boleh dilakukan ....Ya Allah Maha Kasih ...kabulkanlah doa saya ini ...
Wednesday, February 19, 2014
Berusaha menyelesaikan masalah dengan dua cara ..
Tidak ada seorangpun didunia ini yang tidak pernah kena masalah atau kesulitan. Masalah atau kesulitan akan datang tanpa permisi, bisa dimana saja , kapan saja dan buat siapa saja.
Naaa karena memang karakter masalah itu sangat seenaknya , tidak kenal waktu , maka saya pelu mempersenjatai diri sengan senjata penangkal yaitu cari solusi dengan SABAR DAN SHOLAT
SABAR
Setelah saya diskusi dengn adik saya yang lebih pakar dalam hal2 agama saya bertambah yakin bahwa Tuhan itu punya cara yang jelas kalau diperhatikan kita pasti tahu. Pertolongan Tuhan , barokah akan turun lewat SUNNATULLOH.maksudnya begini contohnya >
Saat ini lagi mengalami kesulitan keuangan . Saya telah membangun property dengan pembiayaan dari bank yang harus saya kembalikan dalam 6 bulan sejak bulan December 2013. Jadi bulan Mei 2014 saya harus mulai membayar cicilan ke bank tsb. Dengan percaya diri saya meulai membangun 3 unit rumah . Waktu pembangunan penginjal 50 percent keadaan dan cuaca sangat membantu. Tetapi setelah bangunan menginjak finishing , aru ketahuan kalau kita sudah melakukan kesalahan dengan memakai jasa tukang tersebut , sebutlah Pak Sis. Saya sudah mulai melihat kalau bahan material yang sipakai sangat banyak, apalagi tukangnya banyak sampai 15 orang . Saya yang tidak konstruksi mulai gerah . Sebetulnya yang membuat gerah itu juga ulah suami saya .., suami sangat ketakutan dengan biaya2 yang terus mengalir keluar , paahal kita dikejar tenggat waktu.
Pada saat rumah sudah 90 percent pembangunannya , musin hujan mulai datang dan betul2 musin hujan yang panjang , saya pikir ada kira2 2 bulan setipa hari selalau hijan dan cuaca mendung, padahal finishing sangat memerlukan matahari untuk mengecat dan kerja menghaluskan dinding2 tsb.
Masalah lain yang timbul adalah kualitas bangunan yang jelek dan saya sudah mendapati bahwa semua pekerja yang dipakai asal2 an, tapi saya tidak memutus kontrak ditengan jalan .
Kenapa Saya Suka Bekerja Keras biarpun diusia Tua
Dari mulai
usia 19th , tepatnya setelah lulus SMA th 1972, saya langsung hijrah
ke Jakarta dari kota kecil yang namanya
Blora, sebuah kota kecil yang terletak
di perbatasan antara Jawa Timur dan Jawa Tengah.
Saya
merantau ke Jakarta itu karena memang saya sudah tidak punya pilihan lain.
Cita2 untuk melanjutkan kuliah di perguruan tinggi tidak tercapai dikarenakan
orang tua kami tidak mempunyai biaya untuk sekolah saya selanjutnya. Jadilah
saya datang ke Jakarta dan menumpang dirumah kakak perempuan.
Sebetulnya
saya ke Jakarta itu karena memang tidak ada pilihan lain, daripada saya menetap
dikota kecil dan tidak sekolah lebih baik saya ke Jakarta untuk mencoba
peruntungan saya. Karena hanya di Jakarta saya punya kakak yang saya bisa
menumpang.Kakak saya adalah seorang penjahit yang sudah berpegalaman, dan
banyak sekali pelanggannya. Karena saya tidak mempunyai pekerjaan lain jadi
saya hanya membantu2 pekerjaan rumah tangga dan juga membantu pekerjaan
menjahit.
Tiba2 kakak
saya sekeluarga harus pindah ke Irian Jaya , dan saya ditinggal sendirian di
Jakarta dengan seorang pembantu. Disitulah saya benar2 kebingungan karena kakak
saya hanya berpesan untuk meneruskan usaha jahitnya karena dia sudah banyak
pelanggannya. Padahal saya hanya dibekali pengetahuan menjahit yang dasar saja.
Tapi saya tidak punya pilihan. Dari pada harus pulang kampung dan tidak punya pekerjaan
disana, lebih baik saya mencoba.
Kenapa saya
ceritakan hal tersebut diatas , karena
saat itulah awal saya mengenal yang namanya “bekerja mencari
nafkah” untuk diri sendiri. Dengan
pengetahuan yang terbatas dan diusia yang masih sangat muda 20th
saya tinggal di Jakarta hanya ditemani seorang pembantu dan mulai menerima
jahitan untuk mencukupi kehidupan saya sehari2 . Saya tidak menyangka sama
sekalai bahwa dunia saya begitu cepatnya berubah, dari yang ingin meneruskan
sekolah , malah harus bekerja mencari nafkah . Dan saat itu keuangan keluarga
kami juga sangat memprihatinkan.
Maka mulailah saya dengan keberanian yang
seadanya mulai melangkah untuk menerima jahitan dari para pelangggan kakak
saya. Saya tidak pernah mengikuti kursus menjahit, tetapi saya hanya diajarkan
secara otodidak oleh kakak saya dan dalam waktu singkat , bagaimana caranya
membuat pola baju . Saat itu saya begitu ketakutan setengah mati kalau ada
orang datang untuk menjahitkan baju, tetapi ajaibnya saya terima juga . Ilmu
“kepepet” saya terapkan, karena saya
sadar bahwa itu satu2nya sumber keuangan saya untuk hidup mandiri di
Jakarta. Tanpa saya sadari saya telah
berhasil menjaga pelanggan kakak saya dan saya bisa menjahit berbagai macam
baju dari rok, blouse, kebaya sampai celana panjang. Saking asiknya kadang2 saya bangun jam 4 pagi
sudah mulai menjalankan mesin jahit manual saya . Saat ini saya baru menyadari
bahwa saya adalah orang yang “suka bekerja keras”. Terbukti dengan menerima jahitan saja saya bisa
mengirimkan uang kepada orangtua saya dikampung , bisa membelikan kebaya buat
lebaran ibu saya .
Sampai suatu
saat saya bosan menjahit dan saya ingin
bekerja di kantor . Mulailah saya mengikuti kursus bahasa Inggris . Karena saya
tahu saat itu anak kampung kalau diadu kepintaran bs Inggris di Jakarta pasti
kalah. Waktu itu saya mengikuti kursus bhs Inggris di daerah Salemba tengah.
Saya sering melihat perempuan2 muda pulang kantor dan saya dalam hati berdoa
bahwa saya suatu saat harus bisa kerja dikantor.
Doa saya
tidak lama terjawab, saya mengikuti test masuk menjadi pegawai sebuah hotel
international yang baru di buka yang terletak di Lapangan Banteng, dan ajaibnya
saya diterima sebagai penerima order tamu atau disebut “order taker”. Betapa
senangnya saya menyandang predikat pegawai .
Hidup saya bergulir
amat cepatnya dan itu tidak sebanding dengan pengalaman hidup saya . Saya masih
mambawa sifat anak kampung , bodoh dan lugu.
Saya mulai
menikmati gaji kantor sebenarnya dan ekonomi saya membaik sehingga saya bisa
mengirim keorang tua dan adik2 saya . Bahagia sekali. Tuhan menjawab doa saya
untuk menjadi pegawai.
Tetapi
karena sifat bodoh dan lugu saya , sya terjatuj kedalam sebuah kesulitan
hidup. Ditempat kerja saya bertemu
dengan seorang pria dan saya sangat tergila2 kepadanya dan dia dengan sangat
pandainya membuat saya tergila2. Saya tidak tahu bahwa pria tersebut sudah
sangat berpengalaman dalam menundukkan hati perempuan. Untuk singkatnya saya
terpesona dan singkatnya saya menikah.
Hidup
langsung berubah total, karena apa yang ada dibayangan saya menikah itu baik,
jujur, saling sayang tidak ada. Jujur saya lelaki itu adalah pacar saya yang
pertama dan sekaligus menjadi suami saya.
Berat rasanya hidup yang saya lalui , keuangan keluarga berantakan karena
suami tidak biasa memberikan uang gaji bulanan kepada istri . Keadaan itu
berlangsung sampai saya memiliki 2 anak.
Keuangan
ruamah tangga saya yang mencukupi, hasil kerja suami hanya untuk menutupi
hutang2 yang dibuatnya sendiri. Saat itu saya menyadari bahwa roda rumah tangga
masih bisa berjalan itu hanya karena saya mempunyai sifat “ pekerja
keras”.
Saya sudah
mulai menginjak usia 30 tahun , sudah menjadi wanita dewasa, dan sudah mulai
merasa bosan dengan ritunitas rumah tangga saya. Tetapi saya tidak tahu cara
untuk mengahiri.
Sampai suatu
saat suami saya yang saat itu bekerja di luarkota mengatakan dengan terus
terang bahwa dia punya “perempuan lain” dan mungkin dia akan menikah dengan
perempuan pilihannya. Saya kaget, shock dan lama saya menyadari kebodohan dan
keluguan saya, tapi sebenarnya itu yang saya tunggu2 selama ini. Rumah tangga
saya hanya menunggu sebuah pemicu saya untuk menjadi berantakan. Sekarang ini kalau saya mengingat masa2 itu,
saya tertawa dan “takjub “ akan kebodohan saya saat itu. Tapi semua sudah
terlanjur dan sampai terjadilah “perceraian” .
Ajaib , setelah
perceraian keadaan rumah tangga saya justru membaik , karena dengan kerja keras
saya saya bisa mencapai posisi Manager dikantor dan saya bisa membeli rumah pribadi untuk
kedua anak saya. Saya menyadari bahaitu semua itu adalah berkat “kerja keras” saya. Terimaksih
Tuhan.
Hidup terus
berjalan sampai menginjak mas perkawinan yang ke 2 dan saya mendapatkan
kehidupan yang sangat baik dan teratur , seperti yang saya harapkan , “ bahagia
“ .
Sampai
saatnya saya menginjak masa pra pensiun, sekitar 2 tahun menjelang masa
pensiun, ada kepanikan yang melanda diri saya . Sebabnya adalah pikiran2
negatif yang datang setiap hari serasa mengetuk2 batok kepala saya, pikiran itu adalah “ bagaimana mau menghidupi
diri sendiri setelah pensiun”, padahal saya dan suami banyak sekali tanggungan
setiap bulan. Anak2 kami belum mentas, ponakan dan saudara2 masih menjadi
tanggungan kami.
Pikiran2 itu
hampir membuat saya tumbang , sampai suatu saat saya pergi ke took untuk
mencari buku2 kesukaan saya dan tiba2 di rak buku motivasi saya melihat ada sebuah yang dikarang oleh Purdi
Chandra yang berjudul “ Cara gila memulai bisnis “ ( semoga judulnya tidak
salah , karena saya sudah lupa dan bukunyapun sudah saya pinjamkan kepada teman).
Waktu saya memutar videonya saya betul2 terpesona , terpukau, shock oleh cara2
yang diterapkan untuk mencapai keberhasilah bisnis. Singkat kata diperlukan
“kerja keras “ lagi untuk menyongsong masa pensiun. Kemudian saya menerapkan
tips dalam buku tersebut. Saya akan mengulas soal pengaruh buku tersebut dalam
kehidupan saya sehari2 di buku yang lain.
Nah itulah
sebabnya mengapa saya sampai usia sekarang 61tahun masih tetap menjalankan
bisnis , walaupun ada masa jatuh bangunnya, dan ada juga certa manisnya . Semua
alah berkat “kerja keras” .
Terimaksih
Tuhan …atas karunia sifat kerja keras
yang selalu hidup dalam diri saya .
Jakarta
20 Februari 2014
Subscribe to:
Posts (Atom)